Persiapan Peelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Jilid 2

By Bli Admin 01 Jan 2021, 06:52:25 WIB Pendidikan
Persiapan Peelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Jilid 2

PERSIAPAN PELAKSANAKAN PJJ JILID 2

Keluarnya keputusan bersama empat menteri, yang memberikan kesempatan kepada daerah untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka disekolah secara terbatas dan bertahap tanpa memperhatikan zona kriteria penyebaran covid-19, memberi ruang terbuka bagi pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten melakukan dan menganalisis berbagai indikator pelaksanaanya. Namun banyak daerah khususnya di Bali, belum berani melaksanakan PTM di sekolah karena masih masivnya penyebaran covid-19. Kalau demikian halnya apa yang mesti disiapkan oleh semua pihak menyambut PJJ yang saya sebut jilid dua (2).

Evaluasi PJJ di Semester Ganjil Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan pembelajaran semester ganjil, selama 6 bulan dilaksanakan secara on line baik itu daring maupun luring. Tentu banyak masalah yang ditimbulkan, apalagi pola ini dilakukan hampir tanpa persiapan yang matang karena semua serba mendadak akibat bencana covid-19. Kelemahan atau masalah yang muncul diantaranya

Baca Lainnya :

1. Belum dikenal atau dibuat contens atau aplikasi pembelajaran baik di media maupun yang dibuat oleh guru

2. Kesulitan melaksanakan pembelajaran utamanya ditingkat kelas rendah 

3. Kesulitan atau tidak dimilikinya gaway/hp yang berbasis android

4. Terbebaninya biaya pembelian paket pulsa untuk pembelajaran

5. Ketidaksiapan utamanya guru, siswa dan orang tua terhadap pola PJJ. Dan masih banyak lagi permasalahan lain yang muncul.

Lama-lama Bosan Belajar Daring, Simak 4 Tips PJJ Agar Berjalan Interaktif -  Pikiran Rakyat Bandung Raya

Persiapan PJJ Semester Genap

Terkait dengan pelaksanaan PJJ di semester genap khususnya di Kabupaten Tabanan dan evaluasi atas kekurangan atau kelemahan PJJ semester ganjil untuk tahun pelajaran 2020/2021, tentunya perlu persiapan yang lebih matang utamanya oleh pihak guru, siswa, sekolah , orang tua siswa dan juga pemerintah daerah. Hal ini dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran semester genap merupakan akhir penentuan terhadap keberhasilan siswa mengikuti pembelajaran di tingkat tertentu di sekolah yang bersangkutan, seperti PAS, termasuk diadakannya AKM (Assesmen Kriteria Minimal) pada tingkat tertentu baik dipendidikan dasar maupun pendidikan menengah. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan pihak sekolah beserta guru-guru seperti:

1. Mendaur ulang program pembelajaran sesuai dengan penciutan Kompetensi Dasar (KD), yang telah dirumuskan oleh balitbang kemdikbud terkait dengan Kurikulum Kondisi Khusus.

2. Memberikan bobot tatap muka yang lebih banyak pada mata pelajaran yang secara teoritis memiliki beban ketercapaian yang lebih berat.

3. Mempersiapkan kontens pembelajaran yang konstekstual tetapi tetap mengacu pada kurikulum karena anak-anak ada pada lingkungannya masing-masing

4. Memberikan pembelajaran dengan aplikasi-aplikasi sederhana yang penting target kurikulum tercapai dan juga berkurangnya beban finansial orang tua.

5. Membangun atau menciptakan tata tertib pembelajaran yang lebih jelas dan tegas karena mau tidak mau, suka tidak suka, kondisi alam yang mewajibkan kita berubah dalam berbagai tatanan kehidupan

6. Tentu yang urgen dipikirkan oleh pemerintah, memberikan subsidi atau bantuan paket pulsa untuk anak-anak secara berkelanjutan

Demikian sumbangan pemikiran yang sekiranya mendapat perhatian semua pihak. Semoga anak-anak kita tidak mengalami gangguan yang mendasar dalam tumbuh kembangnya. Terimakasih.


Tabanan, 30 Desember 2020

Penulis

Kepala SMPN 4 Kediri

Ketua PGRI Kab. Tabanan 

Terakhir diubah: 20:22





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment